Sensus Penduduk 2020, BPS dan Dukcapil Sulut Satukan Data

0
248
Kepala BPS Sulut Ateng Hartono saat memberikan penjelasan.

Manado, SULUTREVIEW

Sensus penduduk 2020 secara online telah resmi dimulai pada Sabtu (15/2) baru-baru ini.

Hal ini menandai bahwa tahapan pencatatan sudah dimulai, sehingga diharapkan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan partisipasi yang tinggi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Dr Ateng Hartono mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut masuk dalam kategori tinggi, yakni peringkat tujuh di Indonesia. Asumsinya, indikator tersebut akan mendongkrak sensus penduduk yang akan berlangsung hingga 31 Maret 2020. Selanjutnya untuk proses wawancara pada tanggal 1-31 Juli 2020.

“Saya berharap kontribusi sensus penduduk secara online di Sulawesi Utara menjadi yang terbaik. Karena IPM daerah ini tertinggi di tingkat nasional. Jadi harapan BPS, sensus penduduk dapat berjalan lancar,” ungkap Ateng pada sesi Forum Wartawan, Sensus Penduduk 2020 yang digelar di aula BPS Provinsi Sulut, Jumat (21/02).

Langkah pertama BPS, untuk suksesnya sensus adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (Dukcapil-KB) Provinsi Sulut.

“Data Dukcapil adalah base nya kami, yang akan digunakan dengan menambahkan info penting yang diperlukan, bahkan nantinya menjadi data yang dibutuhkan Kementerian,” katanya.

Nantinya, kata Ateng, identitas KTP akan memuat banyak informasi. Sehingga data Dukcapil juga akan semakin komplit dan sama.

Lagu sensus penduduk diaplikasikan dalam gerakan penuh spirit oleh pegawai BPS.

“Dulu data Dukcapil dan BPS beda. Karena dulu data BPS berdasarkan defacto dengan konsep 6 bulan dan Dukcapil dejure. Nah, sekarang diadopsi menjadi setahun  berdasarkan kepemilikan dokumen resmi KTP, jadi nanti 2020 data akan sama,” sebut Ateng.

“Nanti, tidak ada sebutan lagi BPS dan Dukcapil tetapi data nasional. Karena yang terpenting, sensus penduduk sukses untuk Sulut hebat dan Indonesia maju,” ujarnya.

BPS dan Dukcapil tambah Ateng akan menyatu dan berkolaborasi dengan melakukan optimalisasi untuk kepentingan pembangunan.

“Data yang dibutuhkan akan mengacu pada 21 pertanyaaan dan berikutnya 80 an pertanyaan , yakni mulai pekerjaan, domisili hingga suku,” rincinya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Dukcapil KB Sulut, Bahagia Mokoagow memberikan support dan dukungan sensus penduduk.

Harapannya, hal yang sama juga direspon oleh seluruh lapisan masyarakat di Sulut, mengingat data kependudukan sangat penting. Bukan hanya sekilas tentang program pemerintah, tetapi juga ketika terjadi hal-hal yang di luar ekspektasi seperti bencana maupun kejahatan kriminal.

“Dokumen kependudukan itu sangat banyak manfaatnya. Baik untuk berbagai kegiatan program hingga masalah seperti bencana, kejahatan kriminal dapat dicek datanya, yang sudah masuk dalam sistem dukcapil,” tandasnya.

Terkait kependudukan Direktorat Dukcapil mempunyai sistem seluruh data kependudukan yang akan masuk dalam sistem, sehingga hampir tidak ada data yang keliru atau ganda.

“Makin hari data makin dirapikan, karena diberlakukan satu pintu. Dan secara teknis semua dikirim ke pusat dan feetback ke Dukcapil seluruh Indonesia untuk dicetak di KTP,” ujarnya.

Sensus penduduk, kata Bahagia, sangat penting. Karena dapat menyelesiakan grand desain kependudukan.

“Intinya kita kooperatif dan mendukung sensus penduduk tahun 2020 ini. Dukcapil ikut turun lapangan, ke rumah penduduk, lembaga dan lainnya,” imbuhnya.

Diketahui, pengisian sensus penduduk  online dapat dilakukan melalui laman https://sensus.bps.go.id.

Sensus ini diperuntukkan bagi warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) yang telah atau akan tinggal selama minimal satu tahun di Indonesia.

Ada pun metode pengumpulan data, menurut laman BPS, kedua metode pengumpulan data (online dan offline) yang terbagi kembali menjadi tiga cara sebagai sebagai berikut: CAWI (Computer Assisted Web Interviewing), CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) dan PAPI (Pencil and Paper Interviewing).

BPS Sulut, saat ini melibatkan 101 tenaga mahasiswa Unsrat, 20 orang dosen yang dibagi 11 kelompok.

Untuk WA Center, dapat menghubungi nomor 0812 9905 2020.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here