PT Pertamina MOR VII Berdayakan Pengrajin Sisik Ikan Manado

0
128
Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan saat berbincang dengan Yannie pengrajin sisik ikan

Manado, SULUTREVIEW

Limbah sisik ikan yang diubah menjadi perhiasan cantik, seperti kalung, gelang, anting dan bros oleh Tjahyani, seorang ibu rumah tangga mengundang perhatian PT Pertamina.

Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, Hatim Ilwan bersama tim bertandang dan melihat dari dekat proses pembuatan perhiasan.

Bahkan pada kesempatan itu Hatim berjanji untuk membantu kelangsungan bisnis kecil-kecilan dari Tjahyani atau yang lebih dikenal dengan Yannie Handycraft.

Usaha berskala industri kecil dan menengah (IKM), yang berada di Kelurahan Sario Kota Manado ini, diharapkan akan terus eksis dan memiliki inovasi dan kreasi.

“Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility
(CSR) akan berupaya membantu sehingga usaha yang dilakukan Ibu Yannie akan semakin berkembang,” ujarnya Sabtu (14/02).

Sebelumnya, PT Pertamina sudah beberapa kali memberikan support bantuan kepada Yannie Handycraft. Dan dalam upaya binaan tersebut Yannie sudah banyak kali melakukan pameran, sehingga usahanya telah dikenal banyak kalangan.

“Kami akan pertimbangkan lagi, karena Ibu Yannie memiliki keinginan untuk menggelar pameran di luar negeri, dengan harapan sisik ikan dapat dipasarkan di skala internasional,” tukasnya.

Yannie sendiri kepada sejumlah wartawan mengatakan ide pembuatan perhiasan sisik ikan itu dari iseng-iseng yang dimulai pada tahun 2013. Namun lambat laun menjadi usaha yang berkembang dan meningkatkan perekonomian keluarga.

“Awalnya iseng-iseng, tetapi setelah ditekuni banyak orang yang tertarik dan memesan perhiasan sisik ikan,” kata Yannie yang saat ini dibantu oleh beberapa orang tetangganya.

Untuk mendapatkan sisik ikan, Yannie tidak mengalami kesulitan. Karena dapat diperoleh di pasar tradisional yang ada di Kota Manado seperti pasar Bersehati dan Pinasungkulan.

Bahan baku sisik ikan yang sangat anyir, biasanya dibuang oleh penjual ikan. Nah, kita minta limbah tersebut untuk dikumpulkan.

“Selanjutnya lewat proses sederhana, yakni dicuci dan direndam detergent, kemudian diberi warna dan dikeringkan, sisik ikan sudah siap dirangkai menjadi hiasan cantik yang bernilai ekonomi,” tukasnya.

Kini tangan dingin Yannie sudah menghasilkan ratusan karya yang dapat digunakan untuk membiayai pendidikan anaknya.

Bahkan limbah sisik ikan yang disulap menjadi kerajinan cantik itu juga dapat memberdayakan IRT lainnya yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Untuk mengerjakan satu anting, kita memberikan Rp1.000. Jadi semakin banyak membuat kerajinan, imbalannya cukup lumayan,” tandasnya.

Di sisi lain, produk perhiasan sisik ikan yang digarapnya dapat dipasarkan ke luar negeri.

“Selama ini produk sisik ikan masih dipasarkan di tingkat lokal. Tepatnya pada saat ada pameran. Kami berharap PT Pertamina dapat membantu sehingga dapat dipasarkan ke luar negeri,” tutur Yannie.

Pada kesempatan itu, Hatim dan rombongan memborong berbagai hiasan sisik ikan sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Makassar.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here