Media Visit Pertamina MOR VII,  Menilik Aktivitas Terminal BBM Bitung

0
375

Bitung, SULUTREVIEW

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII bersama jurnalis ekonomi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan giat media visit pada Kamis (13/02) hingga Jumat (14/02).

Pada momentum media visit tersebut, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan dan tim memberikan edukasi kepada jurnalis dengan menilik dari dekat aktivitas PT. Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Kota Bitung.

Bahkan lebih dari itu, jurnalis diajak melihat dari dekat apa saja kapasitas dari integrated terminal Bitung, yang mampu menyuplai fuel ke sejumlah daerah penting di Sulut, Sulteng hingga Maluku Utara.

“Tidak mudah untuk bisa mengetahui secara detail tentang aktivitas dari Terminal BBM Bitung. Karena memang terminal tersebut steril dari orang-orang yang tidak berkepentingan. Sehingga melalui media visit ini, jurnalis dapat melihat dari dekat apa saja yang dilakukan di dalam terminal 17 Bitung ini,” kata Hatim.

Menurut Hatim, keberadaan terminal BBM Bitung, tidak hanya sekedar menerima dan mendistribusikan BBM kepada masyarakat maupun industri, namun juga menimbun BBM dengan kapasitas 45 ribu kilo liter atau 45 juta liter untuk ketahanan 7 hari.

“Rekan-rekan jurnalis dapat mengetahui dan menanyakan langsung apa saja yang dilakukan di dalam Terminal BBM Bitung,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, rombongan awak media diterima sangat ramah oleh Manager Fuel Terminal Bitung, Abdul Wahid.

Wahid dengan sangat rinci menjelaskan bahwa Terminal BBM Bitung dibangun sejak tahun 1968 dan dioperasikan tahun 1969.

“Terminal BBM Bitung berdiri di lahan seluas 8,900 meter persegi. Dalam operasionalnya bertugas memenuhi kebutuhan BBM di SPBU,
perusahaan-perusahaan industri maupun BUMN, instansi negara lainnya di Sulut, Sulteng dan Malut,” ujarnya.

Terminal BBM Bitung masuk dalam operasional wilayah MOR VII, dengan kategori integrated karena ada LPG, sebagaimana Makassar dan Baubau.

“Kegiatan operasional Terminal BBM Bitung, bertugas untuk menerima,  menimbuna dan menyalurkan BBM, seperti premium, kerosene, solar pertamax turbo, pertalite, avtur, dexlite,” jelasnya sambil menambahkan penerimaan BBM dilakukan dari kilang Balikpapan yang menggunakan dengan kapal tangker.

“Terminal BBM Bitung memiliki tiga jetty atau dermaga, yang menjadi sarana untuk loading fuel dan bunker yang aktivitasnya setiap hari tidak pernah kosong,” tandasnya.

Wahid juga mengungkap tentang kapasitas mobil tangki yang tersedia di Terminal BBM Bitung.

“Kita menyuplai BBM dengan mobil tangki yang jumlahnya ada 49 unit, dengan kapasitas sampai 8, 16 dan 24 ribu liter. Untuk mobil suplai BBM industri untuk  PLN dan lainnya ada 114. Karena pertumbuhan industri di Sulut saat ini sangat banyak,” sebutnya.

Selanjutnya, untuk sarana penimbunan, kata Wahid ada 20 tangki dengan berbagai ukuran dari 2500 sampai 10 ribu liter. Berikut pompa yang berfungsi untuk mengisi mobil tangki dan tanker dengan kekuatan 1,500 kilo liter  per hari.

“Terminal BBM Bitung juga menyuplai kerosen Tahuna dan Ternate dengan kapasitas 200 kilo liter per hari. Dan untuk avtur sebanyak 230 kilo liter setiap harinya,” ungkap Wahid.

Sementara itu untuk menjaga safety atau keselamatan kerja, maupun antisipasi kebakaran, Terminal BBM Bitung mengandalkan safety pompa vertikal dengan memanfaatkan air laut, maupun pompa pemadam khusus untuk memback up tanki berikut mobil truk.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here