Wah!! Siswa SD dan SMP di Mitra Kali Ini Tampil Beda

0
355
Dengan memakai pakaian bebas rapi, siswa SD dan SMP di Mitra tampil beda (ist)

Mitra, SULUTREVIEW – Kebijakan bagi anak sekolah mulai diterapkan hari ini Selasa (3/12/19), untuk menggunakan pakaian bebas rapi bagi siswa SD dan SMP di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Berpakaian bebas hingga belajar di luar kelas ini memberikan suatu pengalaman yang baru dan menyenangkan bagi para siswa sendiri.

Adapun, dampak luasnya bagi kebijakan ini selain mendapat dukungan dari masyarakat, namun ternyata ada juga kelompok masyarakat yang kurang antusias, bahkan merasa kebijakan ini keliru.

Dalam sejumlah postingan di media sosial seperti facebook, sejumlah tanggapan pro dan kontra terus bermunculan.

Beberapa diantaranya beranggapan bahwa seragam merupakan suatu identitas dan menjadi alat mengatasi masalah kesenjangan sosial di sekolah, antara siswa yang kaya dan miskin.

“Lebih bagus kalau pake seragam agar tidak nampak perbedaan ekonominya. Kasihan anak yang pakaiannya kurang bagus nanti malah merasa minder (tidak percaya diri,red). Kalau anaknya pengertian tidak apa-apa. Namun kalau tidak takutnya anak yang kurang mampu memaksa beli baju baru dan nantinya jadi beban untuk orang tua,” komentar salah satu ibu dengan akun SSM di media sosial.

Sementara beberapa diantaranya justru merasa bahwa kebijakan ini sangat positif dan juga bukan hal baru karena beberapa sekolah di daerah lain juga menerapkannya.

Bahkan salah seorang orang tua menganggap bahwa hal ini tidak akan berpengaruh bagi kepercayaan diri siswa, jika orang tua mampu mengajarkan anaknya untuk hidup sederhana.

“Anak saya pakai baju cabok (cakar bongkar) ke sekolah, tapi dia enjoy-enjoy saja. Mungkin karena sudah terbiasa berpakaian apa adanya dan tidak merasa tersaingi. Paling penting adalah proses belajar mengajar di sekolah tidak terganggu,” komentar seorang bapak dengan akun JKT di media sosial.

Terkait kebijakan ini, Bupati Mitra James Sumendap mengatakan bahwa orang yang pintar dan memiliki wawasan yang luas tidak akan merasa asing dan akan menyambut baik kebijakan ini.

“Bagi saya hanya orang bodoh dan kurang wawasan saja yang tidak setuju dengan kebijakan ini,” ungkapnya, Selasa (3/12/19).

Dirinya menjelaskan, kebijakan ini dibuatnya setelah menyimpulkan Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim menginginkan gebrakan dalam tatanan pendidikan di Indonesia di ‘zaman now’ ini.

Menurutnya, dengan pakaian bebas rapi di sekolah siswa akan lebih nyaman dan lebih percaya diri dalam belajar, serta suasana belajar jadi lebih santai sehingga ilmu yang diberikan guru terserap lebih baik.

“Ini bukan zaman feodalisme, seperti masa penjajahan yang terikat dan kaku. Pidato Menteri Pendidikan, saya langsung tangkap bahwa yang dia mau adalah kemerdekaan pendidikan. Makanya saya langsung umumkan kebijakan ini. Negara-negara maju di Eropa, tidak ada lagi seragam di sekolah. Kalau mau maju harus terbuka wawasan,” tukas James Sumendap. (Jul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here