web analytics

Obesitas di Sulut Tempati Peringkat Pertama Nasional, PMK Prihatin

Obesitas di Sulut Tempati Peringkat Pertama Nasional, PMK Prihatin

Kepala Biro Kesra dr Kartika Devi Tanos MARS

Manado, SULUTREVIEW

Obesitas atau kegemukan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menempati peringkat pertama secara nasional, dengan capaian besaran 30,2%.

Fakta empiris ini tentu saja memunculkan keprihatinan. Pasalnya obesitas dapat dapat mengancam produktivitas kerja bahkan memicu berbagai penyakit berbahaya seperti jantung koroner, hingga diabetes melitus.

Bukan hanya itu, menurut Plt Asisten Deputi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK RI), Meida Octarina MCN, pihaknya mengaku sangat prihatin. Dan berupaya agar di 2019 ini, obesitas dapat diturunkan.

“Target kita pada tahun 2019 obesitas di Sulut harus turun angkanya. Sebab berdasarkan usia harapan hidup kita sudah mulai baik, yakni 70,3%. Kemudian mendapatkan bonus demografi. Tetapi kalau orangnya obesitas yah susah juga, yang ada malah masalah penyakit,” ungkap Meida pada Rapat Koordinasi Lintas Sektor Pengendalian Obesitas Provinsi Sulut, di Swiss-belhotel, Selasa (17/7/2019).

Meida Octarina MCN.

Obesitas yang adalah kondisi kronis akibat penumpukan dalam tubuh yg sangat tinggi, sambung Meida telah menyebabkan terjadinya pergeseran tren penyakit.

“Kalau permasalahan kesehatan selama ini disebabkan oleh penyakit menular. Tren saat ini adalah permasalahan kesehatan di dominasi oleh penyakit tidak menular seiring perkembangan sosial ekonomi dan demografi. Hal ini harus diantisipasi,” tandasnya.

Paraahnya, akibat obesitas, jelas Meida telah menambah beban biaya BPJS yang besar. Sebab, BPJS harus mengcover pasang ring jantung hingga cuci darah untuk yang gagal ginjal. “Pemerintah baru-baru ini telah membayar biaya BPJS sebesar Rp9 triliun. Sampai sekarang masih ngutang, karena yang dibayar semestinya Rp16 triliun,” katanya sambil berharap adanya pemikiran dan upaya sehingga jumlah penyakit tidak meningkat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut, dr Kartika Devi Tanos MARS menambahkan bahwa predikat Sulut dengan obesitas tertinggi menjadi tantangan bersama agar masyarakat lebih memperhatikan pola makan dan gaya hidup sehat atau yang lebih dikenal dengan Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas.

“Harus mengedepankan pola hidup sehat, konsumsi makan yang cukup dan tidak berlebihan serta dibarengi olahraga,” ungkap Kartika.

Selain itu ancaman lain yang perlu disikapi, obesitas akan mengganggu aktivitas kerja. “Kalau aktivitas kerja tergganggu, maka produktivitas kerja juga terhambat. Untuk itu mari kita bangun budaya hidup sehat,” tambahnya.

Sebelumnya Kepala Balitbang Provinsi Sulut, dr Jemmy Lampus MKes mengatakan upaya pengendalian obesitas yang telah dan akan dilaksanakan ke depan adalah menemukan solusi terbaik guna merealisasikan capaian target dalam pengendalian obesitas di provinsi Sulut.

“Mari kita jadikan pertemuan ini untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi serta menginventarisir berbagai hambatan dalam pengendalian produktivitas di daerah ini,” imbuhnya.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply