Pertukaran Kepsek, Kepedulian Membangun Indonesia dari Pinggiran

Pertukaran Kepsek, Kepedulian Membangun Indonesia dari Pinggiran

Manado, SULUTREVIEW

Dua kepala sekolah (kepsek) asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), yakni Jooke Lendo SPd MSi dari SDN 12 Manado dan Helmy Koagouw dari SDN 43 Manado mendapat kepercayaan mengikuti program pertukaran kepsek se Indonesia.

Keduanya diutus secara khusus untuk mengimplementasi nawa cita nomor tiga dan lima yakni membangun Indonesia dari pinggiran. Bahkan lebih dari itu adalah meningkatkan kualitas hidup manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan.

Kepada wartawan, baik Lendo dan Helmy mengaku sangat bangga karena mendapat kepercayaan dari Kemendikbud untuk membagi sukses bahkan secara khusus dapat membina sekolah imbas yang ada di desa tertinggal.

“Kami berdua akan melakukan pembinaan di Kepulauan Talaud. Di sana ada dua sekolah,  yakni SD Kristen Imanuel Beo dan SD Inpress 77 Beo,” kata Lendo.

Namun sebelum melakukan kunjungan dan pembinaan, guru-guru yang mendapatkan kepercayaan Kemendikbud memberikan pembekalan yang disampaikan melalui workshop yang berlangsung sejak tanggal 3 -5  November 2018 di Jakarta.

“Sekembalinya dari workshop kami  akan ke sekolah imbas pada tanggal 6-11 November 2018. Selanjutnya  kami akan turun ke sekolah untuk memotivasi dan mendorong kedua sekolah tersebut sehingga berhasil menjadi sekolah yang berhasil mengantarkan peserta didik dalam bidang akademik dan non akademik,” jelasnya.

“Kami juga akan memberikan kiat-kiat kepada kepala sekolah bagaimana mengembangkan sekolah, melaksanakan supervisi dan melakukan invasi di bidang akademik dan non akademik yang ada kaitannya dengan implementasi Kurikulum 2013,” ujarnya sembari menambahkan selain membina kepala sekolah, Lendo maupun Helmy wajib juga memberikan penguatan kepada guru-guru bagaimana proses pembalajaran penilaian K13.

“Di samping itu, sebagai sekolah mitra yang sudah banyak menghasilkan prestasi, kami juga harus membagi pengalaman yang dapat direalisasikan di sekolah imbas,” tukasnya.

Diketahui, program pertukaran kepala sekolah tidak lain untuk meningkatkan mutu pendidikan dan SDM sekolah dan guru sebagaimana Permendikbud nomor 15 tahun 2018, guna menjawab pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

“Wajib bagi kita untuk saling memberi dan menerima. Terutama untuk membentuk karakter siswa yang tidak mudah. Agar anak-anak dapat jadi teladan di jenjang selanjurnya. Mereka adalah generasi emas di abad 21 ini. Jadi siswa yang berkarakter baik,” tandasnya.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply