Pantau Kualitas Produk Makanan, BPOM Diimbau Tingkatkan Kinerja

Jakarta, SULUTREVIEW – Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengungkapkan biasanya jelang Ramadhan dan Idul Fitri Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) hanya melakukan operasi pengecekan makanan itu adalah soal kadaluarsa, jarang yang sampai ke dalam produknya.

Menurutnya ketika beberapa waktu lalu mendapatkan informasi ada cacing-cacing mati di dalam ikan makarel, sarden dari sekian banyak produk dan diketahui bahwa ada sekitar 20 produk yang mengandung cacing.

“Kami sudah meminta pernyataan dari pihak Badan POM bahkan juga sudah mencoba untuk mengklarifikasi,” katanya dalam diskusi bertema “Hindari Makanan Bercacing RUU BPOM Rampung Sebelum Ramadhan” di Pressroom, Kompleks Parlemen, Senaya, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Dia mengakui ada beberapa temuan antara lain terkait dengan produk ikan, jadi produk ikan ini memang sangat rentan dengan adanya parasit cacing dan itu ada masa dalam 1 tahun, sekian bulan, di laut tertentu yang mana tingkat parasitnya menjadi tinggi sekali.

Kebetulan yang kemarin itu, lanjutnya konon katanya itu adalah produk yang mengambil ikan itu dari wilayah lautan China. “Tentu kita akan melakukan kroscek ini, kita minta badan POM Benarkah dari Januari sampai bulan apa, itu tidak ada cacingnya. Lalu bulan apa sampai bulan apa, sehingga nanti ke depan kita bisa memberikan Warning agar produk-produk tersebut distop di bulan-bulan tertentu, ini karena untuk mencegah,” ujarnya.

Berikutnya, bagaimana caranya mengecek kepada pabrik pengalengan yang pada dasarnya itu ada yang impor dan ada juga yang lokal, tukasnya. “Bagaimana cara melakukan uji sempling secara berkala, mungkin satu bulan sekali secara berkala, itu diambil periksa benar-benar,” katanya seraya menambahkan untuk memberikan asuransi memberikan keyakinan kepada kita sebagai masyarakat bahwa menggunakan produk itu tidak berbahaya.

Sejauh itu, RUU ini baru sampai tahap mendengarkan masukan-masukan dari berbagai stakeholder. Mengapa? Karena kami memiliki satu pandangan RUU ini jika ada menguatkan kepada fungsi pengawasan tetapi juga jangan sampai membuat industri lokal menjadi collapse, tambahnya. Karena ada beberapa catatan bahwa Badan POM harus memperbaiki fungsi kerjanya seperti contoh registrasi , jangan sampai ada orang meminta registrasi sampai bertahun-tahun.

“Jadi kami juga sudah melakukan satu diskusi-diskusi, masukan-masukan dari stakeholder dan tentunya kalau diharapkan Ramadan ini selesai, rasanya belum. Karena proses ini masih berjalan kami rencananya menyelesaikan tahun ini,” pungkas politisi Demokrat.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.